Rabu, 08 Januari 2014

Strategi CEO Martha Tilaar Menuju Kesuksesan



Martha Tilaar  menjalani hidup dengan penuh keajaiban kuasa Tuhan. Pernah 'divonis' mandul, namun melahirkan anak pertama di usia 42 tahun setelah 16 tahun menikah.  Dia pun membangun imperium industri jamu dan kosmetika berkelas dunia, bermula dari grasi rumah ayahnya. Dari sebuah salon kecantikan sederhana, berkembang menjadi Martha Tilaar Group (MTG), sebuah grup usaha industri jamu dan kosmetika dengan produk merek dagang Sariayu Martha Tilaar. Grup usaha ini memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan. Martha Tilaar lahir di Gombong - Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937, Pertumbuhan intelektualnya lambat dan tidak pernah mendapat ranking di sekolah. Walau memiliki kemampuan akademis di bawah rata-rata, oleh Sang Ibu, Martha diajarkan cara hidup how to solve the problem. Sejak kecil, Martha dicap sebagai anak yang bandel dan tidak suka merawat diri, jika dibandingkan saudaranya yang lain. Tingkah laku dan cara berpakaiannya seperti anak lelaki. Hobi berenang membuat kulit Martha tidak sehat, rambut yang panjang memerah semua, wajah pun tak karuan. Ibunya seringkali menegur mengingatkan Martha agar lebih peduli merawat diri. Apalagi Martha, yang kuliah mengambil Jurusan Sejarah IKIP Negeri Jakarta.
 Lulus dari IKIP Jakarta, Martha menikah dengan Alex Tilaar pada tanggal 4 September 1963. Istri pendidik Prof. Dr. H.A.R Tilaar, ibu dari empat orang anak Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, Kilala Tilaar dan nenek dari beberapa orang cucu, ini menyempatkan diri mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS, saat mengikuti suami tugas belajar. Dia telah membuat kecantikan dan keayuan wanita Indonesia terpelihara.


Keberhasilan Martha Tilaar Menjadi Pengusaha Papan Atas

Titik-picu 1987
Pada tahun 1987, secara cerdik dan unik ia mempopulerkan "Senja di Sriwedari" sebagai trend tata rias baru, sebuah ide yang diilhami oleh kekayaan alam dan budaya Indonesia.  Pemerhati tata rias sangatlah paham benar akan apa yang disebut dengan konsep Gaya Warna Disainer (1998) sebuah tata rias yang mengambil unsur budaya Jawa Barat dan Kalimantan, Sumatera Bergaya (1989) dari Sumatera, Puri Prameswari (1990) mengambil dari etnik Cirebon dan Bali, Senandung Nyiur (1991) dari Pantai Indonesia, Riwayat Asmat (1992) dari Irian Jaya/Papua, Rama-Rama Toraja (1993), serta konsep-konsep dari berbagai  daerah lain seperti Banda/Ambon, Jakarta, Aceh. Dan, puncaknya adalah trend warna Pusako Minang dari Minangkabu. Berdasarkan Strategi pendekatan etnik Martha Tilaar berhasil menjalin hubungan emosional dengan konsumen, bahkan berhasil menyelamatkan biduk  bisnisnya dari hantaman krisis ekonomi. Sebab dengan konsep baru itu Martha Tilaar berhasil meraih penjualan besar bahkan bisnisnya pernah bertumbuh hingga 400 persen.




Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak selamanya mulus. Ia pernah mengalami jatuh bangun atau pasang-surut usaha. Walau bergemilang sukses dan bersohor nama di negeri asing, Martha Tilaar justru pernah merasakan sebuah kepahitan di tanah air.
Itu  terjadi tatkala ia hendak menyewa dan membuka gerai jamu dan kosmetika di beberapa mall dan plaza terkemuka di Jakarta, persis di pusat perkantoran dan rumah tinggal kalangan berduit. Ia ditolak menyewa tempat. "Dulu kalau saya mau sewa tempat diusir. Mereka hanya mau menjual produk branded. Dibilang standar plazanya akan turun karena dianggap tidak ada image," kata Martha Tilaar, yang dalam hidup tak pernah mau menyerah apalagi berputus asa.  Respon atas penolakan itu Martha Tilaar menyegerakan mendirikan Puri Ayu Martha Tilaar, sejak Mei 1995, sebagai gerai jamu dan kosmetika Sariayu sekaligus berfungsi sebagai pusat pelayanan konsumen. Gerai dan pusat pelayanan konsumen ini berada dalam bendera usaha PT Martha Beauty Galery. Gerai Puri Ayu Martha Tilaar pertamakali berdiri di Graha Irama, di kawasan elit Kuningan, Jakarta Selatan, lalu berkembang pesat memasuki kota-kota besar lain di Indonesia.

Investasi Riset

Martha Tilaar mempunyai komitmen tinggi membangun industri kosmetika. Ia adalah investasi besar di bidang riset dan pengembangan (R&D). Ia mau mengirim staf ahli farmasinya belajar ke luar negeri, atau mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Berdasar komitmen kuat itu Martha ingin menunjukkan kepada bangsa-bangsa di dunia bahwa Indonesia bisa unjuk diri dan tidaklah ketinggalan di bidang kosmetika dan tata rias.
Martha Tilaar perlahan-lahan berhasil mengurangi ketergantungan kandungan bahan baku impor, berganti dengan bahan baku lokal di setiap produknya. Hasil lain lagi, ini yang lebih mencengangkan, pada bulan Juli 2002 Sekjen PBB Kofi Annan mengundang Martha Tilaar hadir dalam forum Global Compact, di New York, AS. 


mengangkat ulang komitmennya yang tinggi terhadap produk lokal dalam nada berbeda. Martha sangat menyayangkan betapa produk-produk lokal yang selama ini diklaim sebagai warisan budaya, seperti rendang masakan Padang, atau songket kain dari Pelembang, itu ternyata sudah didaftar-patenkan oleh tetangga negeri serumpun Malaysia. Ia pun khawatir akan jamu, yang dari zaman kapanpun kita merasa itu milik kita, keburu dipatenkan pihak asing.
Martha mengangkat ulang komitmennya yang tinggi terhadap produk lokal dalam nada berbeda. Martha sangat menyayangkan betapa produk-produk lokal yang selama ini diklaim sebagai warisan budaya, seperti rendang masakan Padang, atau songket kain dari Pelembang, itu ternyata sudah didaftar-patenkan oleh tetangga negeri serumpun Malaysia. Ia pun khawatir akan jamu, yang dari zaman kapanpun kita merasa itu milik kita, keburu dipatenkan pihak asing.





 perkembangan Martha Tilaar Group dari masa ke masa:
§  Tahun 1970. DR. Martha Tilaar memulai usahanya di garasi kediaman orangtuanya, Yakob Handana, di Menteng, Jakarta Pusat.
§  Tahun 1972. Pembukaan salon kecantikan kedua DR. Martha Tilaar, yaitu Martha Griya Salon di Menteng. Di salon inilah, untuk pertama kalinya perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal dan bisnis kecantikan dimulai.
§  Tahun 1977. PT Martina Berto didirikan oleh DR. Martha Tilaar bersama mitra usaha yaitu Bernard Pranata (almarhum) dan Theresia Harsini Setiady.
§  Tahun 1977. Bekerjasama dengan Theresia Harsini Setiady yang merupakan pendiri Kalbe Group, PT Martina Berto meluncurkan brand Sariayu sebagai produk kecantikan dan jamu modern.
§  Tahun 1981. PT Martina Berto mendirikan pabriknya sendiri di kawasan industri Pulogadung.
§  Tahun 1983. PT Martina Berto kembali mendirikan pabrik keduanya di Pulogadung.
§  Tahun 1983. Di tahun yang sama, PT SAI Indonesia yang sebelumnya adalah PT Sari Ayu Indonesia didirikan untuk mendukung PT Martina Berto dalam mendistribusikan produk-produk kosmetiknya.
§  Tahun 1988-1990. PT Martina Berto melahirkan merek-merek kosmetika baru seperti Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar, dan Belia Martha Tilaar.
§  Tahun 1993-1995. Terjadi proses akuisisi oleh sejumlah perusahaan ke dalam PT Martina Berto.

§  Tahun 2001-2009. PT Martina Berto menambahkan merek-merek baru di segmen pasar berbeda, yaitu Professional Artist Cosmetics (PAC), Dewi Sri Spa, Jamu Garden dan sebagainya.
§  Tahun 1996. PT Martina Berto menjadi pabrik kosmetika pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat mutu ISO 9001.
§  Tahun 1999. PT Martina Berto membeli saham Kalbe Group, dan sejak saat itu Kalbe Group sepenuhnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group.
§  Tahun 2000. PT Martina Berto mendapatkan sertifikat ISO 14001.
§  Tahun 2010. Martha Tilaar Group memasuki usia 40 tahun.
§  Tahun 2011. PT Martina Berto menjadi PT Martina Berto Tbk.
§  Tahun 2011. Martha Tilaar Group terpilih menjadi salah satu dari 55 perusahaan dunia yang menjadi anggota Global Conpact Lead PBB di Davos, Switzerland.
§  Tahun 2012. PT Martina Berto Tbk menerima penghargaan sebagai Pioneer in Technology dari Kementrian Industri, yang diserahkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
§  Tahun 2012. PT Martina Berto Tbk mendapat penghargaan dalam Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2012 untuk kategori Green Leadership.

Kini, Martha Tilaar Group terdiri atas PT Martina Berto TbkPT Cedefindo (strategi pemasaran dan produksi), PT SAI Indonesia(distributor produk-produk Martha Tilaar Group), PT Martha Beauty Gallery (pelayanan konsultasi dan pendidikan kecantikan, seperti Puspita Martha School of Beauty), Martha Tilaar SpaCipta BusanaArt and Beauty Martha TilaarPT Cantika Puspa Pesona (manajemen waralaba domestik dan internasional untuk Martha Tilaar Salon Day Spa, Easter Garden Spa Martha Tilaar), PT Creative Style (perusahaan agensi periklanan), PT Kreasi Boga (agensi tenaga kerja), dan PT Mahligai Citra Bangsa (jasa wedding organizer dan produksi majalah).


Pilar
Terinspirasi oleh nilai dan budaya Timur, Founder dan Chairwoman Martha Tilaar Group, DR. (H.C.) Martha Tilaar, selalu memiliki semangat untuk terus menggali kekayaan alam dan budaya Indonesia untuk mempercantik wanita Indonesia dan dunia. Semangat tersebut dituangkan dalam 4 Pilar Martha Tilaar Group yang menjadi landasan dalam setiap kegiatan grup perusahaan dan setiap unit bisnis yang dijalankan Martha Tilaar Group.
Beauty Culture
Martha Tilaar Group begitu peduli pada kelestarian budaya Indonesia, dan kepedulian ini diwujudkan lewat penciptaan rangkaian warna tata rias Trend Warna Sariayu setiap tahun. Sejak tahun 1987, Trend Warna Sariayu telah menjadi barometer dan kiblat tata rias wanita Indonesia.
Selain dengan hadirnya Trend Warna Sariayu, peran serta dan dukungan Martha Tilaar Group dalam industri kreatif dan budaya Indonesia, salah satunya seperti yang terlihat pada ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) dan penggunaan konsep SPA Indonesia sebagai sarana melepas lelah serta menyegarkan pikiran dan tubuh, menjadi wujud penerapan Beauty Culture.
Beauty Education
Martha Tilaar Group yakin, berbagi ilmu pada masyarakat yang tertarik pada dunia kecantikan menjadi salah satu upaya mempercantik wanita Indonesia dan dunia. Karena itu, Martha Tilaar Group terus berbagi pendidikan kecantikan dengan mendirikan lembaga belajar, mengadakan beauty class, hingga bekerjasama dengan instansi pendidikan dan pemerintah dalam memperluas wawasan masyarakat, khususnya wanita Indonesia, mengenai kecantikan alami.
Puspita Martha International Beauty School, diharapkan tidak hanya dapat menciptakan tenaga terampil profesional yang mampu menghasilkan pekerjaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.Beauty Class yang meliputi langkah demi langkah tata rias yang baik dan benar, motivasi, kepribadian, tata busana, serta jiwaenterepreneurship. Martha Tilaar Group juga bekerjasama dengan Universitas Indonesia mendirikan Magister S2 Herbal UIagar Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam terbesar kedua setelah Brazil memiliki industri herbal yang maju dan menghasilkan devisa negara. Dan sejak tahun 2007 menyelenggarakan Martha Tilaar Innovatin Center (MTIC) Award yang bekerjasama dengan Kementrian Riset dan Teknologi dan didukung oleh Sariayu, yaitu sebuah penghargaan bagi kegiatan penelitian dan karya tulis mengenai riset berbahan alam yang bermanfaat bagi dunia kecantikan dan kesehatan, yang tetap memperhatikan prinsip-prinsip ramah lingkungan.

Beauty Green
Kecantikan sejati terpancar dari dalam hati. Dan salah satu wujud hati yang cantik adalah hati yang memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar. Meyakini hal tersebut, Martha Tilaar Group pun berkomitmen untuk ikut menjaga dan melestarikan lingkungan hijau untuk kehidupan yang lebih baik denngan membangun Kampoeng Djamoe Organik (KaDO) pada tahun 1997.
KaDO merupakan sebuah lahan konservasi bagi tanaman obat, kosmetik, dan aromatik (TOKA) khas Indonesia yang dibangun di atas lahan hijau seluas 10 hektar di tengah kawasan industri Cikarang. Langkah visioner DR. (H.C.) Martha Tilaar terhadap lingkungan ini mendapat perhatian dari PBB dan mendapatkan pernghargaan dari United Nation Global Compact. Tidak hanya menjadi tempat wisata yang dapat dikunjungi masyarakat, KaDO juga memberikan Pelatihan Petani Organik Seluruh Indonesia dari seluruh provinsi Indonesia dan membekali petani dengan pendidikan dan praktek langsung mengenai organic farming, mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, panen, hingga produksi dan pendistribusiannya.
Martha Tilaar Group juga mengimplementasikan Green Science. Green Science merupakan sebuah konsep dari produk Sariayu Putih Langsat yang mencakup 4 hal, yang memperhatikan kelestarian lingkungan, yaitu Green Resources (penggunaan bahan dasar alami), Green Development (proses pengembangan ramah lingkungan), Green Process ( proses produksi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan), dan Green Output (hasil produk yang aman dan ramah lingkungan).
Martha Tilaar Group juga berkomitmen mengajak masyarakat untuk turut melakukan Pelestarian Bumi Bersama WWF Indonesia, di mana untuk setiap pembelian produk Sariayu Trend Warna, konsumen turut berkontribusi dalam pelestarian alam Indonesia.

Empowering Woman
Martha Tilaar Group memiliki program pemberdayaan wanita lewat beragam dukungan dan pelatihan, diantaranya melalui program Jamu Gendong yang memberi pelatihan bagi para wanita yang berprofesi sebagai penjual jamu gendong, programWanita Terampil Mandiri yang memberi pelatihan bagi para wanita di daerah pasca bencana, program Miss Indonesia yang merupakan ajang pencarian role model bagi generasi muda yang cantik, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta program Balisari Spa Training Center yang merupakan pusat pelatihan terapis spa profesional di kawasan Kuta, Bali, yang bertujuan memberdayakan wanita muda agar terhindar dari women trafficking yang banyak terjadi di daerah miskin dan tertinggal.

Nilai

NET - I3
Martha Tilaar Group mengembangkan manajemen perusahaan sesuai dengan fungsinya sebagai "Blanket Corporate Brand", yang menciptakan NET-I3. NET merupakan singkatan dari Natural (Alami), Eastern (Ketimuran), dan Technology (Teknologi), sedangkan I3 adalah singkatan untuk Icon (Ikon), Innovation (Inovasi), dan Intitution (Institusi).
Konsep NET terfokus pada keunikan brand dan konsep pengembangan bisnis yang dipengaruhi oleh nilai-nilai adat ketimuran dan didesain dengan penggunaan teknologi modern. Perusahaan ini yakin bahwa pengimplementasian konsep NET akan memberikan keuntungan dalam meningkatkan keuntungan kompetitif baik pada industri kosmetik lokal maupun global. Lebih dari itu, secara luas konsep ini bertujuan untuk memberi manfaat pada para pemegang saham, karyawan, konsumen, dan lingkungan.
Konsep I3 terfokus pada tiga elemen dasar masing-masing produk Martha Tilaar, yaitu Ikon, Inovasi, dan Institusi.
Ikon mengacu pada brand positioning Martha Tilaar sebagai ikon kecantikan, di mana citra DR. (H.C.) Martha Tilaar sebagai ikon wanita dalam dunia kecantikan tradisional dan mode, sekaligus sebagai seorang wanita karier serta tokoh terkemuka dalam dunia pendidikan dan kegiatan sosial diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia.
Inovasi mengacu pada kemampuan melanjutkan pengembangan produk dan pelayanan dengan lebih baik, seperti yang telah dibuktikan oleh Martha Tilaar Group dalam menjaga kestabilan pemenuhan kepuasan terhadap lini produk di antara industri kosmetik, seperti Sariayu Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, dan Dewi Sri Spa – Oil of Jawa Martha Tilaar.
Institusi mengacu pada kesuksesan Martha Tilaar Group sebagai brand kosmetik tradisional terdepan dengan profesionalisme tinggi, serta kualitas produk dan layanan yang terjamin.
Natural
“Kecantikan alami seseorang seperti bunga yang  meletupkan keunikan dan keindahan dari dalam, menciptakan penampilan elegan yang sempurna, dan memberi energi bagi dunia di sekitarnya.
Nilai Ketimuran “ Eastern Value”
“Kepulauan Indonesia kaya dengan keragaman flora yang saling terintegrasi  dengan kebudayaan eksotis dan peradaban kuno.

Teknologi
“Penggunaan teknologi modern mendukung para tenaga ahli dalam menuangkan beragam ide dan inovasi dalam penciptaan desain dan produk – produk kosmetik yang higienis dan berkualitas.


Filosofi Djitu
Manajemen Martha Tilaar Group, yaitu PT Martina Berto Tbk memiliki sebuah sebuah filosofi kebijakan yang dikenal dengan sebutan DJITU di dalam perusahannya. DJITU merupakan sebuah akronim dari Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun, dan Ulet. Filosofi ini berlaku bagi segenap karyawan untuk mencapai visi dan misi yang telah digariskan oleh perusahaan.

Disiplin
Menjadi sebuah sikap yang menunjukkan komitmen setiap karyawan dalam menepati waktu demi efisiensi jalannya setiap kegiatan dalam perusahaan.

Jujur
Dari sikap jujur para karyawannya, sebuah perusahaan dapat tumbuh menjadi sebuat perusahaan yang sehat dan mampu terus berkembang.
Inovatif
Karyawan dengan pola pikir yang inovatif dan sikap yang proaktif adalah aset berharga bagi perusahaan, yang penting untuk terus dijaga. Dari pola pikir inovatif inilah akan tercipta terobosan-terobosan baru dalam perusahaan.
Tekun
Sikap tekun dan selalu fokus dalam melakukan dan mengembangkan hal-hal yang berkaitan dengan tanggung jawab akan memungkinkan pencapaian target perusahaan sesuai waktu yang telah ditentukan, dan ketekunan juga akan meningkatkan kualitas karyawan.
Ulet
Mau bekerja keras, berkomitmen, dan gigih dalam menggali setiap tugas yang belum terselesaikan menunjukkan bahwa seseorang memiliki rasa tanggung jawab pada pekerjaannya. Hal ini penting bagi keberlangsungan dan kemajuan perusahaan.

Sumber Pustaka











Sabtu, 12 Januari 2013

TUGAS AKUNTANSI PERKEBUNAN


AKUNTANSI ASET

ASET  LANCAR
Ilustrasi Jurnal
1.      Pada Saat Penerimaan
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Pendapatan usaha/piutang/pos terkait

2.      Pada Saat Penggunaan
Db.      Utang usaha/beban usaha/pos terkait
Kr.       Kas dan setara kas


PIUTANG USAHA
Ilustrasi Jurnal
1.      Pada saat penjualan barang/jasa
Db.      Piutang usaha
Kr.       Penjualan ekspor/lokal

2.      Pada saat menerima pembayaran
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Piutang yang terkait

3.      Pada saat terjadi penurunan nilai
Db.      Beban penurunan nilai piutang
Kr.       Akumulasi penurunan nilai piutang

4.      Pada saat hapus buku
Db.      Akumulasi cadangan penurunan nilai piutang
Db.      Beban penghapusan piutang
Kr.       Piutang usaha

5.      Pada saat penerimaan pelunasaan piutang yang telah dihapusbukuan
Dr.       Kas dan setara kas
Kr.       Pendapatan nonusaha



PIUTANG LAIN – LAIN
Ilustrasi Jurnal
1.      Pada saat pengakuan awal
Db.      Piutang lain-lain
Kr.       Kas dan setara kas

2.      Pada saat menerima pembayaran
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Piutang lain-lain

3.      Pada saat terjadi penurunan nilai
Db.      Beban penurunan nilai piutang
Kr.       Akumulasi penurunan nilai piutang

4.      Pada saat hapus buku
Db.      Akumulasi penurunan piutang
Db.      Beban penghapusan piutang
Kr.       Piutang lain – lain

5.      Pada saat penerimaan pelunasan piutang yang telah dihapusbukuan
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Pendapatan nonusaha



















PIUTANG ANTAR BADAN HUKUM JANGKA PENDEK
Ilustrasi Jurnal
1.      Pada saat pengakuan awal
Db.      Piutang antar badan hukum jangka pendek
Kr.       Kas dan setara kas

2.      Pada saat penyelesaian
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Piutang antar badan hukum jangka pendek

3.      Pada saat terjadi penurunan nilai
Db.      Beban kerugian penurunan nilai piutang
Kr.       Akumulasi kerugian penurunan nilai piutang

4.      Pada saat hapus buku
Db.      Akumulasi kerugian penurunan nilai piutang
Db.      Beban penghapusan piutang
Kr.       Piutang antar badan hukum jangka pendek

5.      Pada saat penerimaan pelunasan piutang antar badan hukum jangka pendek yang telah dihapusbukukan
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Pendapatan nonusaha


















INVESTASI JANGKA PENDEK
Ilustrasi Jurnal
Kategori FVTPL
1.      Pada saat perolehan
Db.      Investasi jangka pendek – FVTPL
Kr.       Kas dan setara kas

2.      Pada saat perubahan nilai wajar
a.       Terjadi Keuntungan
Db.                        Investasi jangka pendek – FVTPL
Kr.             Keutungan

b.      Terjadi kerugian
Db.                        Kerugian
Kr.             Investasi jangka pendek – FVTPL

3.      Pada saat pengakuan pendapatan investasi
a.       Pada saat pengakuan pendapatan investasi
Db.                        Piutang dividen/bunga
Kr.             Pendapatan dividen/bunga

b.      Pada saat penerimaan
Db.                        Kas atau setara kas
Dr/Kr.        Keuntungan/kerugian
Kr.             Investasi jangka pendek

Kategori  AFS

1.      Pada saat perolehan
Db.      Investasi jangka pendek – AFS
Kr.       Kas dan setara kas

2.      Pada saat penyesuaian nilai wajar
a.       Terjadi kenaikan
Db.                        Investasi  jangka pendek – AFS
Kr.             Penyesuaian nilai wajar ( pendapatan komprehensif lain )

b.      Terjadi Penurunan
Db.                        Penyesuaian nilai wajar ( pendapatan komprehensif lain )
Kr.             Investasi jangka pendek – AFS


3.      Pada saat pengakuan pendapatan investasi
Db.      Piutang dividen/bunga
Kr.       Pendapatan dividen/bunga

4.      Pada saat penurunan nilai
Db.      Kerugian penurunan nilai
Db/Kr. Penyesuaian nilai wajar ( pendapatan komprehensif lain )
Kr.       Investarsi jangka pendek – AFS

5.      Pada saat pemulihan nilai
Db.      Investasi jangka pendek – AFS
Kr.       Keuntungan Pemulihan nilai

6.      Pada saat pelepasan
Db.      Kas dan setara kas
Db/Kr. Penyesuaian nilai wajar  pendapatan komprehensif lain )
Db/Kr. Kerugian / keuntungan
Kr.       Investasi jangka pendek – AFS

Kategori  HTM dan LR
1.      Pada saat perolehan awal
a.       Diperolah dengan premium
Db.                        Investasi jangka pendek  - HTM/LR
Db.                        Investasi jangka pendek – premium
Kr.             Kas dan setara kas

b.      Diperoleh dengan diskonto
Db.            Investasi jangka pendek – HTM/LR
Db.            Investasi jangka pendek – diskonto
Kr.             Kas dan setara kas

c.       Diperoleh pada par
Db.                        Investasi jangka pendek – HTM/LR
Kr.             Kas dan setara kas

2.      Pendapatan Bunga
a.       Diperoleh dengan premium
Db.                        Kas dan setara kas
Db.                        Amortisasi premium ( pengurang pendapatan bunga )
Kr.             Investasi jangka pendek  premium
Kr.             Pendapatan bunga

b.      Diperoleh dengan diskonto
Db.            Kas dan setara kas
Db.                        Investasi jangka pendek – diskonto
Kr.             Amortisasi diskonto ( penambah penapatan bunga )
Kr.             Pendapatan bunga

c.       Diperoleh pada par
Db.                        Kas dan setara kas
Kr.             Pendapatan bunga

3.      Pada saat perubahan nilai wajar
Tidak ada jurnal

4.      Pada saat penurunan nilai
Db.      Kerugian penurunan nilai
Kr.       Invvestasi jangka pendek – HTM/LR

5.      Pada saat pemuliihan nilai
Db.      Investasi jangka pendek – htm/lr
Kr.       Keuntungan pemulihan nilai

6.      Pada saat jatuh tempo
a.       Dengan diskonto
Db.                        Kas atau setara kas
Db.                        Investasi jangka pendek – diskonto
Kr.             Investasi jangka pendek – HTM/LR
Kr.             Pendapatan bunga

b.      Dengan premium
Db.                        Kas atau setara kas
Db.                        Pendapatan bunga
Kr.             Investasi jangka pendek – premium
Kr.             Investasi jangka pendek – HTM/LR

c.       Pada par
Db.                        Kas dan setara kas
Kr.             Investassi jangka pendek – HTM/LR
Kr.             Pendapatan bunga





PERSEDIAAN

Ilustrasi Jurnal
1.      Pada saat perolehan persediaan
Db.      Persediaan
Kr.       Kas dan setara kas / pos terkait

2.      Pemakaian bahan baku dan pelengkap
Db.      Beban/ pos yang terkait
Kr.       Kas dan setara kas/ pos terkait

3.      Penjualan persediaan hasil jadi
Dr.       Kas dan setara kas
Kr.       Pendapatan nonusaha

4.      Penjualan produk sampingan
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Pendapatan nonusaha

5.      Pada saat terjadinya penurunan nilai
Dr.       Kerugian penurunan nilai persediaan
Kr.       Selisih penurunan nilai persediaan ( pengurang nilai persediaan )

6.      Pada saat pemulihan nilai
Db.      Selisih penurunan nilai persediaan
Kr.       Pendapatan pemulihan nilai persediaan ( pengurang beban persediaan)

















ASET DIMILIKI UNTUK DIJUAL

Ilustrasi Jurnal
1.      Pada saat pengakuan awal
Db.      Aset dimiliki untuk dijual ( aset lancar)
Db.      Kerugian penurunan nilai ( jika nilai wajar dikurangi biaya untuk
            Menjual lebih rendah daripada jumlah tercatat )
Db.      Akumulasi penyusutan
Kr.       Aset tetap / propertiinvestasi / pos aset tidak lancar lain

2.      Pengukuran setelah pengakuan awal
a.       Jika terjadi kenaikan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
1)      Jika ada kerugian penuruan nilai diakui pada awal pengakuan,
Maka kenaiakan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual diakui sebagai keuntungan.
Db.      Aset dimiliki untuk dijual
Kr.       Keuntungan kenaikan nilai ( maksimal sama dengan jumlah
            Kerugian yang telah diakui sebelumnya )

2)      Jika tidak ada kerugian penurunan nilai yang telah diakui, maka tidak  ada pengakuan keuntungan.
Tidak ada jurnal
b.      Jika terjadi penurunan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual lebih rendah daripada jumlah tercatat.
Db.                        Kerugian penurunan nilai
Kr.             Aset dimiliki untuk dijual

3.      Pada saat aset dijual
a.       Apabila terjadi keuntungan
Db.                        Kas dan setara kas
Kr.             Aset dimiliki untuk dijual

b.      Apabila terjadi kerugian
Db.                        Kas dan setara kas
Db.                        Kerugian pelapasan aset
Kr.             Aset dimiliki untuk dijual






BIAYA DIBAYAR DIMUKA

Ilustrasi Jurnal

1.      Pada saat pembayaran biaya dibayar dimuka
Db.      Biaya dibayar dimuka
Kr.       Kas dan setara kas

2.      Pada saat dilakukan penyesuaian pada akhir periode
Db.      Beban sewa/ asuransi/pos terkait
Kr.       Biaya dibayar dimuka

Contoh ilustrasi untuk biaya dibayar dimuka untuk pekerjaan pembangunan aset
1.      Pada saat pembayaran biaya dibayar dimuka
Dr.      Biaya dibayar dimuka
Kr.      Kas dan setara kas

2.      Pada saat penerimaan progres pekerjaan
Dr.      Aset dalam pelaksanaan
Kr.      Utang usaha/pemborong

3.      Pada saat pembayaran utang sesuai progres pekerjaan
Dr.      Utang usaha/pemborong
Kr.      Biaya dibayar dimuka
Kr.      Kas dan setara kas



PAJAK DIBAYAR DIMUKA

Ilustrasi Jurnal

1.      Pada saat pembayaran angsuran PPh
Dr.       Pajak dibayar dimuka (angsuran PPh )
Kr.       Kas dan setara kas

2.      Pada saat pencatatan PPN masukan
Db.      Aset atau beban yang terkait
Dr.       Pajak dibayar dimuka (PPN masukan)
Kr.       Kas dan setara kas
ASET LANCAR LAIN

Ilustrasi Jurnal

1.      Pada saat pengakuan awal
Db.      Aset lancar lain
Kr.       Kas dan setara kas/ pos yang terkait

2.      Saat penggunaan
Db.      Pos yang terkait
Kr.       Aset Lancar Lain



ASET TIDAK LANCAR

Ilustrasi Jurnal

1.      Pada saat pengakuan awal
Db.      Piutang PPR
Kr.       Kas dan setara kas / pos yang terkait

2.      Pada saat penyelesaian
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Piutang PPR

3.      Pada saat terjadinya penurunan nilai
Dr.       Badan cadangan penurunan nilai piutang
Kr.       Akumulasi cadangan penurunan nilai piutang

4.      Pada saat hapus buku
Db.      Akumulasi cadangan penurunan piutang
Db.      Beban penghapusan piutang
Kr.       Piutang PPR

5.      Pada saat penerimaan pelunasan piutang yang telah dihapusbukukan
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Pendapatan nonusaha


PIUTANG ANTAR BADAN HUKUM JANGKA PANJANG

Ilustrasi Jurnal
1.      Pada saat pengakuan awal
Db.      Piutang antar badan hukum jangka panjang
Kr.       Kas dan setara kas

2.      Pada saat penyelesaian
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Piutang antar badan hukum jangka panjang

3.      Pada saat terjadi penurunan nilai
Db.      Beban kerugian penurunan nilai piutang
Kr.       Akumulasi kerugian penurunan nilai piutang

4.      Pada saat hapus buku
Db.      Akumulasi kerugian penurunan nilai piutang
Db.      Beban penghapusan piutang
Kr.       Piutang antar badan hukum jangka panjang

5.      Pada saat penerimaan pelunasan piutang antar badan hukum jangka panjang yang telah dihapusbukukan
Db.      Kas dan setara kas
Kr.       Pendapatan nonusaha



















INVESTASI JANGKA PANJANG

Ilustrasi Jurnal
1.      Pada saat perolehan awal
a.       Diperoleh dengan premium
Db.                        Investasi  jangka panjang – HTM
Db.                        Investasi jangka panjang – premium
Kr.             Kas dan setara kas

b.      Diperoleh dengan diskonto
Db.                        Investasi jangka panjang  - HTM
Kr.             Investasi jangka panjang – diskonto
Kr.             Kas dan setara kas

c.       Diperoleh pada par
Db.                        Investassi jangka panjang – HTM
Kr.             Kas dan setara kas

2.      Pendapatan bunga
a.       Diperoleh dengan premium
Db.                        Kas dan setara kas
Kr.             Investasi jangka panjang – premium
Kr.             Pendapatan bunga

b.      Diperoleh dengan diskon
Db.                        Kas dan setara kas
Db.                        Invvestasi jangka panjang – diskonto
Kr.             Pendapatan bunga

c.       Diperoleh pada par
Db.                        Kas dan setara kas
Kr.             Pendapatan bunga

3.      Pada saat pembubaran nilai wajar
Tidak ada jurnal
4. Pada saat penurunan nilai
Db. Kerugian penurunan nilai
Kr. Cadangan penurunan nilai

5. Pada saat pemulihan nilai
Db. Cadangan penurunan nilai
Kr. Keuntungan pemulihan nilai
6. Pada saat akan jatuh tempo
a. Premium
Db. Investasi jangka pendek–HTM
Db. Investasi jangka pendek–premium
Kr. Investasi jangka panjang–HTM
Kr. Investasi jangka panjang–premium
b. Diskonto
Db. Investasi jangka pendek–HTM
Db. Investasi jangka panjang – diskonto
Kr. Investasi jangka panjang–HTM
Kr. Investasi jangka pendek–diskonto

7. Pada saat jatuh tempo
a. Dengan diskonto
Db. Kas dan setara kas
Db. Investasi jangka pendek – diskonto
  Kr. Investasi jangka pendek – HTM
b. Dengan premium
Db. Kas dan setara kas
Kr. Investasi jangka pendek – premium
Kr. Investasi jangka pendek – HTM

c. Pada par
Db. Kas dan setara kas
  Kr. Investasi jangka pendek – HTM


INVESTASI PADA ENTITAS LAIN

Ilustrasi Jurnal
1. Pada saat perolehan
Db. Investasi pada entitas lain – AFS
Kr. Kas dan setara kas

2. Pada saat perubahan nilai wajar investasi
a. Terjadi keuntungan
Db. Investasi pada entitas lain – AFS
Kr. Penyesuaian nilai wajar (pendapatan komprehensif lain)
b. Terjadi kerugian
Db. Penyesuaian nilai wajar (pendapatan komprehensif lain)
Kr. Investasi pada entitas lain – AFS

3. Pada saat pengakuan pendapatan investasi berupa dividen
a. Pada saat pengumuman dividen
Db. Piutang dividen
Kr. Pendapatan dividen
b. Pada saat penerimaan dividen
Db. Kas dan setara kas
Kr. Piutang dividen
4. Pada saat penurunan nilai
Db. Kerugian penurunan nilai
Kr. Penyesuaian nilai wajar (pendapatan komprehensif lain)
Kr. Investasi pada entitas lain – AFS

5. Pada saat pemulihan nilai
Db. Investasi pada entitas lain – AFS
Kr. Keuntungan pemulihan nilai

6. Pada saat pelepasan investasi
Db. Kas dan setara kas
Db/Kr Penyesuaian nilai wajar (pendapatan komprehensif lain)
Dr/Kr Kerugian/keutungan
         Kr. Investasi pada entitas lain-AFS

INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI / VENTURA BERSAMA
Ilustrasi Jurnal
1. Pada saat penyertaan
Db. Investasi pada entitas asosiasi/ventura bersama
         Kr. Kas dan setara kas
2. Pada saat pengakuan bagian laba atau rugi
a. Jika terdapat laba
Db. Investasi pada entitas asosiasi/ventura bersama
Kr. Bagian laba/rugi
b. Jika terdapat rugi
Db. Bagian laba/rugi
Kr. Investasi pada entitas asosiasi/ventura bersama

3. Pada saat pengakuan dividen tunai
a. Pada saat pengumuman
Db. Piutang dividen
Kr. Investasi pada entitas asosiasi/ventura bersama
b. Pada saat penerimaan
Db. Kas dan setara kas
Kr. Piutang dividen








4. Pada saat pengakuan dividen saham
Tidak terdapat jurnal

5. Pada saat pelepasan investasi pada entitas asosiasi/ventura bersama
a. Terjadi keuntungan
Db. Kas dan setara kas
Kr. Investasi pada entitas asosiasi/ventura bersama
Kr. Keuntungan pelepasan investasi
b. Terjadi kerugian
Db. Kas dan setara kas
Kr. Kerugian pelepasan investasi
  Kr. Investasi pada entitas asosiasi/ventura bersama

PROPERTI INVESTASI
Ilustrasi Jurnal
1. Pada saat perolehan
Db. Properti investasi
Kr. Kas dan setara kas/aset tetap

2. Pada saat pengakuan pendapatan sewa
Db. Piutang sewa
Kr. Pendapatan sewa

3. Pada saat penerimaan sewa
Db. Kas dan setara kas
Kr. Piutang sewa

4. Pada saat penyusutan
Db. Beban penyusutan
Kr. Akumulasi penyusutan

5. Pada saat penghentian pengakuan
a. Melalui penjualan
1) Terjadi keuntungan
Db. Kas dan setara kas
Kr. Properti investasi
Kr. Keuntungan pelepasan investasi
2) Terjadi kerugian
Db. Kas dan setara kas
Db. Kerugian pelepasan investasi
Kr. Properti investasi
b. Transfer ke aset lain
Db. Aset yang terkait
Kr. Properti investasi

ASET TANAMAN SEMUSIM
Ilustrasi Jurnal
1. Pada saat perolehan
Db. Aset tanaman semusim
Kr. Beban input
Kr. Beban tenaga kerja langsung/pos beban langsung lainnya
Kr. Beban bunga yang dikapitalisasi

2. Penyusutan
Db. Beban penyusutan – aset tanaman semusim
Kr. Akumulasi penyusutan – aset tanaman semusim
(Beban penyusutan akan menjadi biaya perolehan persediaan)
3. Penurunan nilai
Db. Kerugian penurunan nilai (beban nonusaha)
Kr. Akumulasi penurunan nilai – aset tanaman semusim

4. Penghentian pengakuan
Db. Akumulasi penyusutan
Db. Akumulasi penurunan nilai – aset tanaman semusim
           Kr. Aset tanaman semusim















ASET TANAMAN TAHUNAN
Ilustrasi Jurnal
1. Pada saat perolehan
a. Aset tanaman TBM
Db. Aset tanaman TBM
Kr. Beban input
Kr. Beban tenaga kerja langsung/pos beban langsung lainnya
Kr. Beban bunga yang dikapitalisasi
b. Reklasifikasi aset tanaman TBM menjadi TM
Db. Aset tanaman TM
Kr. Aset tanaman TBM

2. Penyusutan
Db. Beban penyusutan – aset tanaman TM
Kr . Akumulasi penyusutan – aset tanaman TM
(Beban penyusutan akan menjadi biaya perolehan persediaan)

3. Penurunan nilai
Db. Kerugian penurunan nilai (beban nonusaha)
Kr. Akumulasi penurunan nilai

4. Pemulihan nilai
Db. Akumulasi rugi penurunan nilai
Kr. Keuntungan pemulihan nilai (pendapatan nonusaha)

5. Penghentian pengakuan
Db. Akumulasi penyusutan – aset tanaman TM
Kr. Aset aset tanaman TM











ASET TETAP
Ilustrasi Jurnal
1. Pada saat perolehan:
Db. Aset tetap
Kr. Kas dan setara kas/utang usaha/pos yang terkait

2. Pada saat penyusutan
Db. Beban penyusutan
Kr. Akumulasi penyusutan – aset tetap


3. Penggantian komponen aset tetap
a. Pengakuan komponen pengganti
Db. Aset tetap (biaya komponen pengganti)
Kr. Kas dan setara kas


b. Penghentian pengakuan komponen yang digantikan
Db. Akumulasi penyusutan komponen aset tetap yang digantikan
Kr. Aset tetap (komponen yang diganti)

4. Penurunan nilai
Db. Kerugian penurunan nilai (beban nonusaha)
Kr. Akumulasi penurunan nilai

5. Pemulihan nilai
Db. Akumulasi penurunan nilai
Kr. Keuntungan pemulihan nilai (pendapatan nonusaha)

6. Pada saat penghentian pengakuan
Db. Akumulasi penyusutan–aset tetap
Kr. Aset tetap









ASET TIDAK BERWUJUD

Ilustrasi Jurnal
1. Pada saat perolehan
Db. Aset tidak berwujud
Kr. Kas dan setara kas

2. Amortisasi aset tidak berwujud
Db. Beban amortisasi
Kr. Akumulasi amortisasi

3. Pada saat penghentian pengakuan
Db. Akumulasi amortisasi
Kr. Aset tidak berwujud



ASET/ LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN
Ilustrasi Jurnal
1. Pada saat pembentukan aset pajak tangguhan
Db. Beban pajak kini
Db. Aset pajak tangguhan
Kr. Utang pajak penghasilan
Kr. Penghasilan pajak tangguhan

2. Pada saat pembentukan liabilitas pajak tangguhan
Db. Beban pajak kini
Db. Beban pajak tangguhan
Kr. Utang pajak penghasilan
Kr. Liabilitas pajak tangguhan














ASET TIDAK LANCAR LAIN

Ilustrasi Jurnal
1. Saat perolehan (pembatasan atas kas dan setara kas)
Db. Aset tidak lancar lain – (kas dan setara kas yang dibatasi/beban sertifikasi ISO)
Kr. Kas dan setara kas

2. Saat amortisasi biaya yang ditangguhkan
Db. Beban amortisasi
Kr. Biaya yang ditangguhkan

3. Saat selesainya pembatasan
Db. Kas dan setara kas
Kr. Aset tidak lancar lain – kas dan setara kas yang dibatasi