Sabtu, 12 Januari 2013

TUGAS SIA


Kasus 7-2
Penggelapan Uang di Greater Providence Deposit And Trust

                Pada suatu sabtu sore di musim semi tahun 1988, Nino Moscardi menerima surat tanpa pengirim di kotak posnya. Moscardi , direktur utama Greater Providence Deposit and Trust , kaget ketika membaca berita  bahwa seorang pegawai memasukkan pinjaman palsu. Pada hari seninnya, Moscardi mengarahkan Auditor Internal bank untuk menyelidiki transaksi tertentu yang dirinci dalam surat tersebut. Penyelidikan mengarah kepada James Guisti, manajer kantor cabangNorth Providence dan pegawai yang telah bekerja selama 14 tahun yang pernah bertugas sebagai salah satu auditor  bank tersebut. Guisti kemudian dinyatakan bersalah menggelapkan uang sebesar 1,83 juta dolar dari bank tersebut melalui 67 pinjaman fiktifyang dikeluarkan selama periode tiga tahun.
                Dokumen-dokumen pengadilan menyingkap berbagai rincian mengenai skema penggelapan uang yang dilakukan oleh Guisti. Contohnya, pinjaman palsu pertama ditulis pada bulan April 198 sebesar $ 10,000. Semua pinjaman berupa catatan 90 hari yang tidak memerlukan jaminan dan berkisar antara $ 10,000 sampai $ 63,500. Guisti menciptakan semua pinjaman tersebut; ketika satu pinjaman jatuh tempo, dia akan mengeluarkan pinjaman baru, atau menulis ulang yang lama, untuk membayar pokok pinjaman atau bunganya. Beberapa pinjaman telah ditulis ulang sebanyak lima atau enam kali.
                Ke-67 pinjaman tersebut dikeluarkan dengan menggunakan berbagai nama, termasuk nama gadis istrinya, nama ayahnya, dan nama dua orang temannya.  Orang-orang ini membantah telah menerima dana yang dicuri tersebut dan menyatakan tidak mengetahui apa pun mengenai penggelapan uang tersebut. Selain itu, satu pinjaman menggunakan nama James Vannese, yang menurut polisi tidak ada yang memiliki nama tersebut. Nomor jaminan sosial untuk aplikasi atas nama Vanesse adalah nomor seorang wanita, dan nomor teleponnya merupakan nomor dealer mobil di North Providence. Menurut Lucy Fraioly, staf pelayanan pelanggan yang turut menandatangani cek untuk lima nama yang digunakan Guisti untuk mengeluarkan pinjaman. Guisti adalah supervisornya dan dia mengira tidak ada yang salah dengan cek tersebut, meskipun dia tidak mengetahui kelima orang tersebut. Marcia Perfetto, kepada teller dicabang tersebut, menyampaikan ke polisi bahwa dia telah mencairkan cek tersebut. Ketika ditanya apakah dia memberikan uang  tersebut ke Guisti ketika mencairkan cek tersebut , Marcia menjawab,  “ tidak semuanya sekaigus,” meskipun dia tidak dapat mengingat pernah memberikan uang kepada keempat orang tersebut , yang katanya tidak dia kenal.
                Menurut laporan berita, Guisti memiliki otorisasi untuk menyetujui  pinjaman konsumen sampai suatu batas jumlah tertentu  tanpa harus meminta persetujuan dari komite pinjaman. Hal itu merupakan praktik industri yang standar. Batas pinjaman yang dapat disetujui langsung oleh Guisti adalah $10.000 sampai bulan Januari 1987, yang kemudian dinaikkan menjadi $15.000. Pada bulan Februari 1988 batas tersebut naik lagi menjadi $25.000. Akan tetapi, beberapa pinjaman tersebut, termasuk yang berjumlah $63.500, jauh melebihi batas yang ditentukan. Selain itu, semua aplikasi pinjaman seharusnya disertai dengan laporan mengenai sejarah kredit aplikan, yang dibeli dari firma rating kreditan independent. Pinjaman yang dikeluarkan dengan menggunakan nama fiktif tidak memiliki laporan kredit, dan seharusnya dihentikan oleh staf analis kredit pada kantor pusat bank tersebut.
            Laporan berita memunculkan beberapa pertanyaan mengenai mengapa penipuan tersebut tidak dideteksi lebih awal. Petugas pemerintah Negara bagian telah memeriksa buku bank itu pada bulan September 1986. Auditor internal bank itu juga gagal mendeteksi penipuan tersebut. Akan tetapi, ketika memeriksa pinjaman yang meragukan, auditor bank tidak memeriksa semua pinjaman, dan umumnya memfokuskan pada pinjaman yang jauh lebih besar daripada pinjaman yang dipertanyakan. Selain itu, Greater Providence baru saja menghapuskan rencana pelayanan computer dengan bank local untuk kepentingan bank diluar Negara bagian tersebut, dan perubahan ini mungkin telah mengurangi keefektifan prosedur pengendalian bank. Akhirnya, staf analis kredit bank sering dirotasi, sehingga tindak lanjut untuk pinjaman yang dipertanyakan menjadi lebih sulit.
            Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Guisti sering berjudi dan menggunakan dana dari penggelapan uang untuk membayar utang judinya. Secara keseluruhan, bank kehilangan $624.000. Perusahaan persekutuan(bonding company), Hartford Accident and Indemnity Company, menutupi kerugian yang kurang dari $1,83 juta dolar dari jumlah keseluruhan pinjaman palsu, karena Guisti menggunakan bagian dari uang yang dipinjam untuk membayar beberapa pinjaman yang jatuh tempo.
            Menurut laporan keuangan yang disediakan oleh pejabat Greater Providence, bank memiliki aset 200 juta dolar dan pinjaman beredar sebesar 184juta dolar pada akhir tahun 1987. Bank tersebut memiliki delapan cabang di area Providence.
            Bank itu mengalami publisitas buruk lainnya selama periode tersebut. Pada tahun 1985, bank itu didenda $50.000 setelah terbukti bersalah atas kelalaian utuk melaporkan berbagai transaksi tunai yang melebihi $10.000, yang termasuk tindakan pidana. Pada tahun 1986, setelah melalui perjuangan public yang panjang dengan Kejaksaan Umum Negara Bagian Arlene Violet, para pemilik bank saat itu berhasil menarik kembali kepemilikan bank dari public(taken private). Negara bagian menuduh bank menggelembungkan asetnya dan terlalu melebihkan perkiraan surplus modalnya untuk membuat neracanya nampak lebih kuat. Bank menyangkal tuduhan tersebut.


1.      Diskusikan baga                                                                                                                  imana Direktur Utama Greater Providance Deposit and Trust dapat memperbaiki prosedur pengendalian terhadap pencairan dana pinjaman untuk mengurangi risiko penipuan seperti yang disebutkan di atas. Bagaimana cara kasus ini menunjukkan kurangnya pemisahan tugas secara tepat?
JAWAB :
      Dengan jatuhnya etika dan terjadinya penipuan, Manajemen perusahaan diwajibkan secara hukum untuk membuat dan memelihara sistem pengendalian internal yang memadai. Berikut ini adalah pernyataan Komisi Sekuritas dan Perdagangan ( Securities and Exchange commision ) mengenai hal ini. “ Pembuatan dan pemeliharaan sistem pengendalian internal adalah kewajiban pihak manajemen yang penting. Aspek mendasar dari tanggungjawab penyediaan informasi pihak manajemen adalah untuk memberikan jaminan yang wajar bagi pemegang saham bahwa perusahaan dikendalikan dengan baik. Selain itu, pihak manajemen memiliki tanggung jawab untuk melengkapi pemegang saham serta calon investor dengan informasi keuangan yang andal dan tepat waktu. Sistem pengendalian internal yang memadai penting bagi pihak manajemen untuk melakukan kewajiban ini.”
Direktur Utama Greater Providance Deposit and Trust dapat memperbaiki prosedur pengendalian terhadap pencairan dana pinjaman untuk mengurangi risiko penipuan dengan cara tetap mematikan bahwa pengendalian internal tetap berfungsi dengan baik. Secara umum, prosedur- prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :
1.      Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
2.      Pemisahan tugas
3.      Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
4.      Penjagaan Aset dan catatan yang memadai
5.      Pemeriksaan independen atas kinerja.
Dari kelima kategori pengendalian dapat kami simpulkan bahwa Direktur Utama Greater Providance Deposit and Trust harus memperbaiki dan mengawasi pengendalian Otorisasi Transaksi. Tujuan dari Otorisasi Transaksi ( Transaction authorization) adalah untuk memastikan bahwa semua transaksi yang diproses oleh sistem informasi valid dan sesuai dengan tujuan pihak manajemen. Otorisasi seringkali didokumentasikan sebagai penandatanganan, pemberian tanda paraf, atau memasukkan kode otorisasi atas dokumen atau catatan transaksi. Sistem komputer saat ini mampu mencatat tanda tangan digital , yaitu sebuah cara untuk menandatangani dokumen dengan sebuah data yang tidak dapat dipalsukan. Membatasi otoritas atau kewenangan kepada setiap supervisor yang ada dibank tersebut dengan mencabut peraturan yang dengan mudah menyetujui pinjaman konsumen sampai suatu batas jumlah tertentu tanpa harus meminta persetujuan dari komite pinjaman. Hal ini yang menyebabkan mudahnya penyelewengan dana yang terjadi dibank tersebut dan hasilnya akan sulit dideteksi apa hal tersebut benar penipuan atau bukan.
Selain Otorisasi Transaksi , terdapat pengendalian internal yang lemah yang harus diperbaiki, yaitu pemisahan tugas yang masih sangat longgar dan tidak efektif, dalam kasus ini, ikut sertanya staf pelayanan pelanggan yang turut menandatangani cek untuk lima nama yang digunakan Guisti untuk mengeluarkan pinjaman, dan menurut laporan berita, Guisti memiliki otorisasi untuk menyetujui pinjaman konsumen sampai suatu batas jumlah tertentu tanpa harus meminta persetujuan dari komite pinjaman.  
Pemisahan tugas harus sedemikian rupa hingga otorisasi untuk transaksi terpisah dari pemrosesan transaksi tersebut, dan perusahaan harus distrukturisasi sehingga penipuan akan membutuhkan adanya kolusi antara dua atau lebih yang memiliki tanggungjawab yang tidak dapat disatukan.


2.      Diskusikan bagaimana Greater Providence dapat memperbaiki prosedur analisis kreditnya pada kantor pusat bank untuk mengurangi risiko penipuan. Apakah Rotasi tugas staf analis kredit merupakan ide yang bagus? Mengapa dan mengapa tidak?
JAWAB :
                        Sudah seharusnya menjadi tugas dari jajaran perkreditan bank untuk tetap
mengingat bahwa setiap pemberian kredit dan monitoring harus dilaksanakan secara hati-hati dan ketat tanpa mengabaikan target pemberian kredit yang harus dicapai sesuai dengan kebijakan perkreditan yang ditetapkan bank. Untuk menyakinkan kesesuaian praktek perkreditan dengan kebijakan perkreditan bank, diperlukan suatu prosedur pemberian kredit yang baik. Dengan adanya prosedur pemberian kredit yang baik diharapkan terjadinya praktek-praktek perkreditan yang tidak sehat dapat dihindari. Kebijakan dan prosedur kredit diterapkan untuk mengarahkan pada
tercapainya tujuan-tujuan suatu usaha. Setiap tahapan proses pemberian kredit harus
senantiasa dilaksanakan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Prinsip kehatihatian tersebut tercermin dalam kebijakan pokok perkreditan, tata cara penilaian
kualitas kredit, profesionalisme dan integritas pejabat perkreditan. Kebijakan pokok
pemberian kredit meliputi pokok-pokok pengaturan tata cara pemberian kredit yang
sehat.
Prosedur dalam perkreditan dimulai dari adanya pengajuan permohonan kredit
dari masyarakat, proses analisis kredit, proses pencairan kredit, sampai dengan
proses umpan balik pelaksanaan kredit, Konsep prosedur dan kebijakan kredit ini
mengikuti alur proses kredit itu sendiri maka harus didukung dengan prinsip kehatihatian (prudential Banking) dalam penyaluran kredit kepada masyarakat dan
diharapkan tidak menimbulkan kredit bermasalah dikemudian hari dengan baik.

            Rotasi jabatan merupakan proses memindahkan para karyawan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain (Handoko,1992:41). Pekerjaan-pekerjaan itu sendiri secara nyata tidak berubah, hanya para karyawan yang berputar. Rotasi mengatasi sifat monoton dari pekerjaan yang sangat terspesialisasi melalui pemberian kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kecakapan lain. Organisasi memperoleh manfaat karena karyawan menjadi cakap dalam beberapa pekerjaan bukan hanya satu pekerjaan. Penguasaan terhadap berbagai macam pekerjaan memberikan kesempatan tumbuh dan membuat karyawan lebih bernilai bagi organisasi.
Menurut Malayu Hasibuan (2002:103), rotasi jabatan memiliki manfaat sebagai berikut :
a. Meningkatkan produktivitas
b. Menciptakan keseimbangan antara tenaga dengan komposisi jabatan
c. Memperluas atau menambah pengetahuan karyawan
d. Menghilangkan rasa jenuh atau bosan karyawan terhadap pekerjaannya
e. Memberikan perangsang agar karyawan mau meningkatkan karier yang lebih tinggi
f. Untuk pelaksanaan hukuman atau sanksi atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan karyawan
g. Alat pendorong agar spirit kerja meningkat melalui persaingan-persaingan terbuka
h. Untuk memberikan pengakuan atas prestasi-prestasinya
i. Untuk tindakan pengamanan yang lebih baik
j. Untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi fisik karyawan
k. Untuk mengatasi perselisihan antar sesama karyawan
            Lebih baik dibatasi kewenangan yang ada pada supervisor, biarpun orang tersebut sudah lama bekerja dan mungkin bisa dipercaya tapi kalau untuk soal uang manusia akan sangat lemah untuk menolak, dan akan sangat mudah berbuat kejahatan atau kriminal. Hal seperti ini sering sekali terjadi didunia modern seperti sekarang ini. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menugaskan para auditor internal bank yang terpercaya disetiap kantor cabang bank agar semua bisa terkontrol dengan baik. Setelah audit yang dilakukan bisa langsung dilaporkan ke direktur utama bank tersebut. Kalau menurut hasil diskusi , yang kami baca itu merupakan ide yang kurang bagus Karena setiap penggantian analis kredit bank tersebut menyulitkan tindak lanjut bagi analis kredit barunya. Karena setiap penggantian tersebut meninggalkan masalah-masalah pinjaman yang terjadi dibank tersebut. Hasilnya pun akan sangat berdampak buruk bagi kinerja pinjaman bank tersebut.





3.      Diskusikan apakah auditor Greater Providence seharusnya telah mampu mendeteksi penipuan ini atau tidak?
JAWAB :
Seharusnya telah mampu mendeteksi karena ketika memeriksa pinjaman yang meragukan, namun Auditor internal bank itu juga gagal mendeteksi penipuan tersebut, Akan tetapi, ketika memeriksa pinjaman yang meragukan , auditor bank tidak memeriksa semua pinjaman, dan umumnya memfokuskan pada pinjaman yang jauh lebih besar daripada pinjaman yang dipertanyakan. Selain itu, Greater Providence baru saja menghapuskan rencana pelayanan computer dengan bank local untuk kepentingan bank diluar Negara bagian tersebut, dan perubahan ini mungkin telah mengurangi keefektifan prosedur pengendalian bank.
Penipuan oleh pihak manajemen ( management Fraud) lebih sulit diacak daripada penipuan oleh karyawan karena sering kali tidak terdeteksi hingga kerusakan atau kerugian yang sangat besar diderita oleh perusahaan. Komisi tanggung jawab Auditor menyebut hal ini sebagai “penipuan kerja”, yang sering kali melibatkan berbagai aktifitas berbohong untuk melambungkan pendapatan atau untuk menghindari diakuinya kebangkrutan atau penurunan pendapatan. Penipuan oleh pihak manajemen pada tingkat yang lebih rendah biasanya melibatkan data keuangan dan laporan internal yang salah disajikan dalam jumlah material dengan tujuan mendapat kompensasi tambahan, atau menghindari hukuman karena kinerja yang buruk.


4.      Apakah ada petunjuk bahwa lingkungan pengendalian di Greater providence kurang baik? Apabila ada, bagaimana kontribusinya terhadap penggelapan uang tersebut?
JAWAB :
Dari hasil diskusi kami, terdapat beberapa petunjuk bahwa pengendalian internal di Greater Providence kurang baik, berikut ini adalah beberapa petunjuk kurang ketatnya pengendalian internal pada perusahaan ini :
-          “Guisti kemudian dinyatakan bersalah menggelapkan uang sebesar 1,83 juta dolar dari bank tersebut melalui 67 pinjaman fiktif yang dikeuarkan selama periode tiga tahun”
-          Dokumen-dokumen pengadilan menyingkap berbagai rincian mengenai skema penggelapan uang yang dilakukan oleh Guisti. Contohnya, pinjaman palsu yang pertama ditulis pada bulan April 1985 sebesar $10.000. Semua pinjaman berupa catatan 90 hari yang tidak memerlukan jaminan dan berkisar antara $10.000 sampai $63.500
-          Ke-67 pinjaman tersebut dikeluarkan dengan menggunakan berbagai nama, termasuk nama gadis istrinya, nama ayahnya, dan nama dua orang temannya. Orang-orang ini membantah telah meneriman dana yang dicuri tersebut dan menyatakan tidak mengetahui apa pun mengenai penggelapan uang tersebut. Selain itu, satu pinjaman menggunakan nama James Vanesse, yang menurut polisi tidak ada orang yang memiliki nama tersebut
-          Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Guisti sering berjudi dan menggunakan dana dari penggelapan uang untuk membayar utang judinya. Secara keseluruhan, bank kehilangan $624.000. Perusahaan persekutuan(bonding company), Hartford Accident and Indemnity Company, menutupi kerugian yang kurang dari $1,83 juta dolar dari jumlah keseluruhan pinjaman palsu, karena Guisti menggunakan bagian dari uang yang dipinjam untuk membayar beberapa pinjaman yang jatuh tempo.

-          Pada tahun 1985, bank itu didenda $50.000 setelah terbukti bersalah atas kelalaian utuk melaporkan berbagai transaksi tunai yang melebihi $10.000, yang termasuk tindakan pidana



KESIMPULAN

            Penipuan ( Fraud ) merujuk pada penyajian yang salah atas suatu fakta yang dilakukan oleh suatu pihak ke pihak lain dengan tujuan membohongi dan membuat pihak lain tersebut meyakini fakta tersebut walaupun merugikannya.
Auditor biasanya berhadapan dengan dua tingkat penipuan : penipuan oleh karyawan dan penipuan oleh manajemen, karena tiap bentuk penipuan memiliki implikasi yang berbeda bagi auditor.
            Lima komponen pengendalian internal – lingkungan pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, pengawasan, dan aktivitas pengendalian – menyediakan auditor informasi yang penting mengenai risiko penyalahsajian yang penting dalam laporan keuangan dan penipuan.
            Apabila pengendalian internal ( internal control ) dalam perusahaan baik, maka tujuan perusahaan akan tercapai dan terhindar dari kasus penipuan yang dapat merugikan perusahaan dan pihak pemangku kepentingan ( stakeholder).
           








Tidak ada komentar:

Posting Komentar